

Jakarta — Dominasi pegolf Bali terasa kuat pada hari pertama Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Golf Junior 2026 yang digelar di Jakarta Golf Club (JGC), Rawamangun, Selasa (20/1). Abigail Rhea dan Axel Keefe Pangestu tampil sebagai pemimpin klasemen sementara di kategori masing-masing, sementara satu pegolf Bali lainnya, Margoz Marven, juga mencatatkan performa impresif dengan berada di posisi ketiga untuk mixed best gross overall.
Hari pertama Kejurnas Golf Junior 2026 berlangsung dalam kondisi yang menuntut adaptasi tinggi. Cuaca mendung dengan hembusan angin ringan di siang hari, ditambah hujan yang turun semalam, membuat sejumlah area fairway dan sekitar green menjadi becek. Karakter lapangan Jakarta Golf Club yang relatif sempit memaksa para pegolf mengedepankan akurasi, disiplin strategi, serta kematangan game plan sejak tee shot.
Abigail Rhea memimpin sektor putri dengan skor satu di bawah par (-1) total 70 pukulan, sedangkan Axel Keefe Pangestu menguasai sektor putra usai menuntaskan putaran pertama dengan skor even par (71). Hasil tersebut menegaskan konsistensi dan kematangan permainan para pegolf muda Bali di tengah tantangan lapangan JGC.
“Hari ini green in regulation saya jauh lebih baik dibanding permainan sebelumnya. Tee shot juga cukup konsisten dan putting jarak 4–5 meter terasa lebih tajam. Lapangan memang menantang karena fairway dan area sekitar green cukup becek, tapi saya mencoba beradaptasi dan tetap fokus. Jujur saya tidak berekspektasi bisa main under hari ini, jadi hasil ini cukup mengejutkan dan semoga besok bisa saya pertahankan,” ujar Abigail.
Sementara itu, Axel Keefe Pangestu menunjukkan pengelolaan permainan yang matang dengan memilih pendekatan aman dari tee sebelum tampil lebih agresif di second nine.
“Sejak lima hole awal sebenarnya permainan sudah mulai terasa enak, tapi di second nine saya lebih agresif karena putting dan iron lagi sangat bagus. Kondisi fairway yang becek memang cukup menyulitkan, terutama di first nine, jadi saya lebih banyak main aman dari tee dan hanya pakai driver dua kali. Hari ini banyak up and down, tapi secara keseluruhan mainnya lebih rapi dan tenang. Jujur saya nggak terlalu expect hasilnya bisa sejauh ini. Untuk besok saya mau tetap main santai, evaluasi beberapa hole yang tricky seperti hole 7 dan hole 2, dan kalau ada kesempatan baru main lebih menyerang,” tutur Axel.

Hasil putaran pembuka menegaskan bahwa strategi, adaptasi terhadap kondisi lapangan, serta ketangguhan mental menjadi kunci di Jakarta Golf Club. Dengan klasemen yang masih sangat terbuka, Kejurnas Golf Junior 2026 dipastikan akan menyajikan persaingan semakin sengit pada hari-hari berikutnya.
Sebanyak 87 pegolf junior putra dan putri dari 19 Pengprov di Indonesia dipastikan ambil bagian dalam Kejurnas Golf Junior 2026. Para peserta akan berkompetisi dalam tiga kategori usia, mencerminkan sistem pembinaan berjenjang yang dirancang untuk mengasah kemampuan teknis, mental bertanding, serta daya saing atlet sejak usia dini. Kejuaraan ini menjadi ajang penting untuk mengukur hasil pembinaan yang telah dilakukan di daerah, klub, maupun akademi golf.
“Kejurnas Golf Junior ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi menjadi wadah pembinaan, pembelajaran, dan pembentukan karakter atlet muda. Di sinilah nilai sportivitas, disiplin, kerja keras, dan integritas ditanamkan sebagai fondasi menuju prestasi nasional dan internasional. Kami berharap dari kejuaraan ini lahir bibit-bibit pegolf Indonesia yang kelak mampu mengharumkan nama bangsa di kancah dunia,” ungkap Ketua Umum PB PGI Japto Soerjosoemarno
“Kami juga terus mendorong sinergi dengan Kemenpora dan KONI agar golf dipandang sebagai cabang olahraga prestasi, bukan semata pariwisata. Indonesia memiliki potensi besar dengan lapangan-lapangan yang menantang, iklim yang mendukung sepanjang tahun, dan karakter atlet yang kuat. Dengan pembinaan yang tepat, kami yakin golf Indonesia akan terus berkembang,” tutup Ketua Umum PB PGI Japto Soerjosoemarno.
Jakarta Golf Club, yang dikenal sebagai salah satu lapangan golf tertua dan paling bersejarah di Indonesia, kembali dipercaya menjadi tuan rumah. Lapangan dengan karakter parkland klasik ini menuntut presisi, disiplin strategi, dan manajemen lapangan yang matang. Fairway yang relatif sempit, pepohonan besar, serta penempatan bunker dan rintangan air yang strategis akan menjadi tantangan nyata bagi para pegolf junior sepanjang tiga hari kompetisi.