PBPGI

Jakarta — Putaran kedua Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Golf Junior 2026 di Jakarta Golf Club kembali diwarnai tantangan cuaca (21/01). Hujan yang turun sejak pagi memaksa paniHa menunda pertandingan, bahkan jelang second nine turnamen kembali ditangguhkan akibat intensitas hujan yang meningkat.

Kondisi tersebut menuntut para pegolf junior melakukan penyesuaian signifikan terhadap game plan, strategi permainan, hingga pengelolaan stamina. Cuaca dingin serta lapangan yang becek dan berat menjadi faktor krusial yang memengaruhi performa di sepanjang putaran kedua. Di sektor putri utama, pegolf asal Pengprov Bali, Abigail Rhea, masih bertahan di puncak klasemen sementara dengan skor enam di atas par dengan total 148 pukulan. Meski kehilangan cukup banyak poin, juara bertahan Kejurnas Golf Junior 2025 ini tetap tampil solid dan menunjukkan mental juara di tengah kondisi lapangan yang Hdak ideal.

“Sebenarnya permainan saya hari ini Hdak sebagus kemarin, terasa agak kurang. PuVng juga banyak kendala, terutama dalam membaca break, mungkin karena faktor fisik yang cukup terkuras. Lapangan yang becek dan berat akibat hujan membuat membawa troli jadi lebih melelahkan,” kata Abigail Rhea

“Setelah hujan, kondisi berubah lagi, siang hari panas, tetapi fairway justru semakin becek, bahkan lebih berat dari sebelumnya. Green pun konturnya terasa berubah karena lebih lembut, basah, dan banyak terinjak, sehingga ada rumput yang berdiri dan memengaruhi arah bola,” lanjut Abigail

“Dalam kondisi seperH itu, fokus saya hari ini adalah beradaptasi dengan situasi, bermain aman, dan mencoba yang terbaik tanpa memaksakan diri. Saya Hdak menargetkan harus bermain sangat bagus, karena kondisi lapangan memang Hdak terlalu mendukung. Menurut saya, bermain even par atau over satu-dua sudah cukup baik untuk kondisi lapangan seperH ini. Besok saya ingin melakukan evaluasi dan mencoba improve dari hari ini, apalagi kemungkinan kondisi lapangan akan kurang lebih sama karena hujan diperkirakan turun lagi.”ujar Abigail Rhea

Sementara itu di sektor putra, pegolf asal DKI Jakarta, Kenneth Henson SuHanto, sukses mengambil alih posisi puncak klasemen pertama yang sebelumnya dikuasai oleh Axel Keefe Pangestu. Kenneth—yang juga merupakan juara Kejurnas Golf Junior 2025, menyelesaikan babak kedua dengan apik. Kenneth bahkan menjadi satu-satunya pegolf yang berhasil meraih skor under, yaitu dua di bawah par -2 dengan total 140 pukulan. 

“Sebenarnya Hdak ada strategi khusus yang berubah hari ini. Saya tetap menjalankan game plan yang sama, dan kebetulan pukulan saya terasa cukup enak sejak awal. Permainan berjalan sesuai rencana, ditambah puVng yang juga sedang bagus, jadi itu sangat membantu,” kata Kenneth Henson SuHanto

“Di sembilan hole pertama saya sudah merasa nyaman dengan pukulan saya, jadi saya memilih untuk tetap konsisten menjalankan game plan. Peluang poin memang banyak datang dari holehole par 5. Di back nine saya sempat mencetak birdie, lalu disusul birdie lagi di hole delapan, jadi back-to-back birdie. Dari posisi satu over bisa berubah menjadi satu under, dan itu menjadi momentum yang sangat bagus. Sayangnya permainan sempat terhenH karena hujan. Namun setelah pertandingan dilanjutkan, saya kembali mendapatkan momentum, terutama dengan birdie di hole 13, lalu disusul birdie di hole 16 dan 18,” tambah Kenneth

“Untuk besok, kemungkinan besar strategi tetap sama. Hanya saja tentu tekanan akan lebih besar karena saya bermain di Champion Flight.” tutup Kenneth. 

Persaingan ketat juga tersaji di Divisi B Boys. Pegolf asal Pengprov PGI Jawa Tengah, Reicher Santoso, tampil meyakinkan dengan performa stabil, sukses memuncaki klasemen selama dua babak Kejurnas Golf Junior 2026. Konsistensi menjadi kunci Reicher dalam menjaga keunggulan di tengah tekanan persaingan.

Di sektor Divisi B Girls, pegolf berbakat asal Pengprov PGI Jawa Timur, Jennifer Quinn Effendi, juga berhasil mengamankan posisi puncak klasemen. Jennifer yang pada dua babak pertama berada dalam satu flight bersama Abigail Rhea dan Thea Jessica Tan, mampu mengoleksi total skor tujuh di atas par dengan agregat 149 pukulan, sebuah capaian solid di tengah kondisi lapangan yang menantang.

Sementara itu, di kategori Divisi C Boys, pegolf asal Pengprov PGI Jawa Tengah, Zhafran Aqila Yordi, tampil konsisten dan impresif sepanjang dua putaran untuk memimpin klasemen sekaligus memasHkan diri sebagai pemenang di divisi tersebut.

Di kelas putri Divisi C, pegolf muda asal Pengprov PGI Sumatera Utara, Alleta Calya R. Kahfi, sukses mempertahankan posisi puncak klasemen selama dua hari berturut-turut, menunjukkan potensi besar sebagai salah satu talenta masa depan golf Indonesia.

Dengan masih tersisa putaran penentuan, Kejurnas Golf Junior 2026 dipasHkan semakin menarik. Faktor cuaca, kesiapan fisik, serta konsistensi permainan akan menjadi penentu utama dalam perebutan gelar juara di ajang pembinaan dan regenerasi pegolf junior nasional ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *