PBPGI

Putaran pertama cabang golf SEA Games 2025 di Siam Country Club — Rolling Hills, Pattaya  (11/12), menampilkan persaingan ketat dan kondisi lapangan yang menantang. Dari barisan merah-putih, Amadeus Christian Susanto menjadi sorotan setelah membuka turnamen dengan skor 71 (-1) dan menempatkan diri di kelompok atas klasemen putra. Catatan Amadeus pada hari pertama memperlihatkan permainan tee-to-green yang rapi dan manajemen skor yang baik di hole-hole kunci, memberi modal penting sebelum ronde-ronde penentu.

Rekan se-timnya, Rayhan Abdul Latief, menutup ronde pertama dengan 73 (+1). Meski tertinggal beberapa stroke dari pimpinan sementara, Rayhan menunjukkan kualitas recovery yang solid pada sejumlah hole sulit — sesuatu yang sudah terlihat dari penampilannya di berbagai kejuaraan amatir regional dan internasional sebelumnya. Skor ini menempatkan Rayhan dalam posisi menunggu peluang untuk membalikkan keadaan pada putaran berikutnya.

Di sektor putri, Elaine Widjaja mencatat 75 (+3). Secara teknis, Elaine memperlihatkan pukulan yang konsisten, namun beberapa peluang birdie hilang pada jarak putt pendek yang seharusnya bisa memangkas skor. Pengalaman kompetitif Elaine di turnamen amatir tingkat Asia memberi tanda bahwa dengan sedikit penajaman putting dan strategi agresif pada par-5, peluang naik papan masih terbuka.

Sementara itu, Sania Talita Wahyudi mengakhiri ronde pembuka dengan 76 (+4). Sania beberapa kali dipaksa bermain konservatif karena angin dan posisi green yang sulit; meski hasil hari pertama belum ideal, mental bertahan dan kemampuan menyelesaikan lubang-lubang sulit tetap menjadi aset yang bisa dimanfaatkan untuk perbaikan pada ronde kedua.

Secara keseluruhan, di putaran perdana skuad Indonesia yang berangkat dengan persiapan intensif dan uji lapangan sebelumnya, sebagai bagian dari strategi adaptasi terhadap karakter Rolling Hills yang berbeda dengan kebanyakan lapangan domestik. Hasil putaran pertama menegaskan dua hal: kompetitivitas individu (terutama Amadeus yang masuk ke posisi atas) dan kebutuhan penajaman aspek putting serta pengelolaan angin untuk laga selanjutnya. Dengan tiga ronde tersisa, skenario perburuan medali masih terbuka lebar bagi Indonesia asalkan konsistensi dan eksekusi taktik meningkat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *