
TANGERANG SELATAN – Gelaran golf putri paling berkelas di tanah air, Indonesia Women’s Open (IWO) 2026, baru saja tuntas digelar di Damai Indah Golf, BSD Course. Turnamen ini bukan sekadar ajang adu tangkas para pegolf dunia, melainkan juga menjadi titik temu para tokoh nasional. Kehadiran Darma Mangkuluhur Hutomo dan Ketua Umum PB PGI, Japto Soerjosoemarno, di tengah lapangan menjadi daya tarik tersendiri yang mempertegas bahwa industri golf putri Indonesia tengah berada dalam momentum kebangkitan yang sangat serius.
IWO 2026 kali ini hadir dengan skala yang jauh lebih besar karena telah resmi masuk dalam kalender Asia-Pacific Circuit. Daya tarik utamanya tentu saja total hadiah yang sangat menggiurkan, yakni sebesar US$600.000 atau sekitar Rp10 miliar. Angka ini bukan hanya sekadar nominal, melainkan sebuah pernyataan bahwa Indonesia kini mampu menyelenggarakan turnamen dengan standar hadiah tertinggi di kawasan Asia Pasifik, sekaligus menjadi magnet bagi bintang-bintang golf dunia untuk datang dan bertanding di BSD.
Kehadiran Japto Soerjosoemarno sebagai pucuk pimpinan golf nasional menunjukkan dukungan penuh federasi terhadap turnamen internasional sebagai sarana pengasahan bakat. Di sisi lain, kehadiran sosok muda seperti Darma Mangkuluhur membawa perspektif baru. Sebagai figur yang dekat dengan dunia bisnis dan gaya hidup modern, keterlibatan Darma memberikan sinyal bahwa golf kini semakin populer di kalangan anak muda dan memiliki potensi ekonomi yang besar melalui sektor wisata olahraga (sport tourism).
Pertarungan di lapangan semakin panas dengan turunnya “pasukan penuh” srikandi Indonesia. Di barisan Squad Professional, nama-nama besar seperti Holly Victoria Halim, Kristina Natalia Yoko, Tatiana Wijaya, dan Agnes Retno Sudjasmin tampil habis-habisan menghadapi tantangan BSD Course. Tak ketinggalan, Patricia Sinolungan, Ida Ayu Indira Melati Putri, Dea Mahendra, Aufa Rachmadya, Meva Helina Schmit, Juriah, Putri Aisyah Amani, Victoria Chandra, hingga Marelda Pyrena Ayal turut menunjukkan kelasnya sebagai pemain pro yang siap bersaing di kancah internasional.


Semangat juang juga terpancar dari punggawa Squad Amateur Indonesia yang tampil berani melawan pemain-pemain senior dunia. Mereka adalah Jennifer Quinn Effendi, Kathleen Gann, Farah Anabel Xaveria, Bianca Naomi Laksono, Abigail Rhea S. Wiharko, Sania Talita Wahyudi, dan Thea Jessica Tan. Barisan amatir ini semakin solid dengan kehadiran Lydia Stevany Sitorus, Fausta Bianda, Rayi Geulis Zullandari, Maureen Shavelle Yose, Ni Putu Alida Brigitte Lie, Catherine Chloe Hartono, Putu Mayvil Widya Handayani, Isabella Sudarmanto, dan Redlichlein Revieve Hanslkie. Partisipasi masif ini membuktikan bahwa stok talenta golf putri Indonesia sangat melimpah dan menjanjikan.
Persaingan di lapangan BSD sendiri berlangsung sangat seru selama tiga hari berturut-turut. Pegolf asal Thailand, Jaravee Boonchant, akhirnya keluar sebagai juara setelah menunjukkan permainan yang sangat stabil dengan skor total 13 di bawah par. Meskipun trofi utama dibawa pulang oleh pemain luar negeri, dukungan yang diberikan oleh tokoh-tokoh nasional serta sponsor besar seperti BTN dan J Trust Bank membuktikan bahwa ekosistem golf di Indonesia sudah sangat kuat untuk terus berkembang.
Secara keseluruhan, IWO 2026 sukses menjadi festival olahraga yang lengkap. Kehadiran Darma Mangkuluhur dan Japto Soerjosoemarno di BSD menjadi simbol kerja sama yang solid antara pengurus olahraga dan inovasi dunia usaha masa kini. Dengan berakhirnya turnamen ini, Indonesia semakin mengukuhkan posisinya sebagai tujuan utama golf di Asia Tenggara, sekaligus memberikan harapan besar bahwa deretan nama pemain Indonesia yang telah berjuang pekan ini akan segera memuncaki podium internasional di masa mendatang.