
WELLINGTON, SELANDIA BARU – Empat pegolf amatir putri terbaik Indonesia sudah menyelesaikan sesi latihan resmi terakhir mereka di Royal Wellington Golf Club hari ini, Rabu (11/02). Sesi ini jadi bekal penting sebelum mereka terjun ke kejuaraan bergengsi Women’s Amateur Asia-Pacific (WAAP) 2026 yang akan dimulai besok.
Indonesia mengirimkan empat pemain andalannya: Bianca Naomi Laksono, Gemilau Joanne Kurnia, Abigail Rhea Soeryo Wiharko, dan Thea Jessica Tan. Mereka akan berhadapan dengan pemain-pemain top dari 25 negara Asia-Pasifik untuk memperebutkan tiket ke turnamen Major dunia.
Pelatih tim golf Indonesia, Alga Topan, menjelaskan bahwa lapangan Royal Wellington punya tantangan yang tidak main-main. Terletak di area lembah perbukitan, lapangan ini punya tanah yang tidak rata serta tiupan angin yang kencang. Kondisi ini memaksa pemain harus ekstra teliti dalam menghitung jarak dan arah pukulan agar bola tidak meleset dari target.
Tantangan belum selesai, karena area green (sasaran akhir) juga sangat sulit. Tanahnya keras, bergelombang, dan kemiringannya selalu mengikuti arah aliran sungai di sekitar lapangan. Ditambah lagi, cuaca di Wellington saat ini cukup panas, yang bisa sangat menguras tenaga para atlet selama bertanding.




Coach Alga Topan memberikan gambaran teknis dari hasil latihan dua hari ini. “Kondisi green yang licin dan sangat cepat menambah tingkat kesulitan bagi semua pemain. Pemain harus menyesuaikan strategi manajemen lapangan agar bisa memperhitungkan arah pukulan dengan tepat, baik menuju fairway maupun ke green,” jelasnya.
Namun, tim Indonesia tidak datang tanpa persiapan matang. Selama dua hari latihan, Coach Alga terus mendampingi para atlet untuk menyusun taktik yang pas. Uniknya, strategi yang disiapkan tidak dipukul rata, melainkan disesuaikan dengan gaya main dan kelebihan masing-masing atlet agar mereka bisa mengatasi rintangan di lapangan dengan maksimal.
“Kami sudah punya cara dan strategi permainan yang tepat untuk setiap atlet, sesuai dengan teknik dan karakter mereka masing-masing. Ini penting untuk menghadapi hambatan yang ada di Royal Wellington ini,” tambah pelatih tim nasional IndonesiaAlga.
Terkait kondisi pemain, pelatih tim nasional Indonesia Alga Topan memastikan Bianca dan kawan-kawan dalam keadaan sehat dan bugar. Meskipun mereka masih beradaptasi dengan perbedaan waktu yang 6 jam lebih cepat dari Indonesia, hal itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk tampil habis-habisan besok.
Menyadari daftar pemain dari negara lain yang hadir merupakan pilihan terbaik di kawasannya, pelatih tim nasional Indonesi Alga Topan bersikap realistis namun tetap memasang target yaitu memastikan seluruh atlet Indonesia mampu bermain tenang dan konsisten agar dapat melewati fase cut-off di tengah persaingan yang sangat kuat.
“Kami akan berusaha maksimal agar semua atlet bisa tampil terbaik minggu ini. Semoga mereka diberikan kemudahan untuk mencetak skor terbaik sesuai harapan kita semua. Terima kasih atas segala dukungan dan doa bagi tim putri Indonesia,” tutup pelatih tim nasional Indonesi Alga Topan.