

JAKARTA – Konsistensi dalam mengarungi tantangan angin pesisir serta akurasi di atas green Damai Indah Golf, PIK Course menjadi faktor penentu setelah para pemain menyelesaikan 36 lubang pertama. Memasuki akhir ronde kedua turnamen Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship (MCGJWC) 2026, barisan pegolf junior Indonesia di berbagai divisi sukses menjaga posisi strategis, baik di kategori individu maupun dalam persaingan beregu (Team Competition).
Sektor individu putri menyajikan performa impresif yang luar biasa melalui aksi Jennifer Quinn Effendi di kategori utama Girls Division (Girls A). Pegolf muda andalan tuan rumah tersebut tampil solid sejak hari pertama dan berhasil mempertahankan dominasinya pada paruh kedua turnamen untuk mengamankan posisi puncak klasemen.
Jennifer Quinn sukses memimpin leaderboard individu putri dengan akumulasi skor total 7-under-par (137). Catatan gemilang tersebut diraih setelah ia membukukan skor impresif 66 di ronde pertama dan bermain stabil dengan skor 71 pada putaran kedua hari ini, sekaligus menahan gempuran wakil Thailand, Kanyarak Pongpithanon, yang membayangi di peringkat kedua dengan selisih satu pukulan (138).
Di kategori Girls A, perjuangan srikandi junior Indonesia juga diperlihatkan oleh Isabella Sudarmanto yang berada di peringkat T9 dengan skor total 4-over-par (148). Diikuti oleh Abigail Rhea Soeryo Wiharko di posisi T14 dengan skor total 6-over-par (150) serta Maureen Yose di peringkat T17 dengan akumulasi skor total 9-over-par (153).
Sementara itu pada kategori Girls Development C, talenta muda putri Indonesia juga menunjukkan adaptasi lapangan yang solid. Amira Permadi memperlihatkan performa tangguh dalam dua ronde awal ini untuk berbagi tempat di posisi puncak klasemen sementara (T1) bersama duo pegolf asal Jepang, Sumire Andou dan Yuna Sasaki, di mana ketiganya sama-sama mengoleksi skor total 2-over-par.
Beralih ke sektor putra, kategori utama Boys Division menempatkan Eugene Tanyongjaya sebagai representasi terbaik Indonesia yang mampu menjaga konsistensi permainan dalam dua hari berturut-turut. Dari akumulasi ronde pertama dan kedua, Eugene berada di peringkat T7 dengan mengamankan skor total 1-under-par (71).
Tepat di bawah Eugene, dua pegolf putra Indonesia lainnya tampil solid menempel ketat di peringkat T13 klasemen sementara Boys Division. Teuku Husein M. Danindra dan Raka Aquila Achka berhasil menyelesaikan tantangan paruh pertama turnamen ini dengan torehan skor total even par (72).
Punggawa putra Indonesia lainnya di divisi utama terus berupaya memangkas defisit pukulan dari jajaran atas klasemen. Jayawardana Dornan dan M. Fadlan Athallah menyudahi putaran kedua ini di peringkat T23 dengan skor total 3-over-par (75), disusul oleh Francesco Hartono, Theodore Tan, dan Reicher Santoso yang mengemas skor total 4-over-par (76) di peringkat T31.
Pada kategori Boys Development C, performa menjanjikan dalam dua ronde awal diperlihatkan oleh pegolf muda usia di bawah 13 tahun, Dyllan Satriobudi. Dyllan tampil kompetitif di barisan depan barisan individu putra dengan mengamankan peringkat T3 klasemen sementara setelah membukukan skor total 6-over-par.
Langkah Dyllan di kategori Boys C dalam 36 lubang ini terus dibayangi oleh rekan senegaranya, Zhafran Aqila Yordi, yang menempati posisi ke-7 klasemen dengan skor total 13-over-par. Di belakangnya, Arsenio Ibrahim menguntit di peringkat ke-8 dengan raihan skor total 14-over-par.
Dinamika persaingan yang tidak kalah sengit juga terjadi pada kategori beregu (Team Competition). Di sektor ini, tim junior putra dan putri Indonesia terus berjuang keras mengombinasikan skor terbaik mereka demi menempel perolehan poin dari tim-tim kuat Asia-Pasifik lainnya, seperti Thailand dan Jepang.
Format kompetisi beregu yang mengharuskan akumulasi skor harian antar-pemain dari satu negara menuntut stabilitas tinggi dari seluruh anggota tim. Hasil dari dua ronde pertama ini menjadi bahan evaluasi penting bagi jajaran pelatih untuk memperkuat koordinasi teknis dan mental para pemain di lapangan.
Dengan sisa ronde penentuan yang masih harus dimainkan di Damai Indah Golf, peluang skuad Indonesia untuk meraih prestasi tertinggi di kategori individu maupun tim masih terbuka sangat lebar. Barisan pegolf junior nasional kini fokus penuh menjaga kebugaran fisik dan mematangkan strategi course management demi mempersembahkan hasil terbaik untuk Merah Putih.