
BOGOR, 22 Juni 2026 – Panggung pembuktian bagi para pegolf amatir lintas generasi resmi bergulir. Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PBPGI) hari ini membuka kejuaraan bergengsi, Asia Pacific Golf Confederation (APGC) Mid-Amateur Championship 2026. Mengambil tempat di Gunung Geulis Country Club, Bogor, Jawa Barat, turnamen ini akan bergulir sepanjang tiga hari ke depan pada 23–25 Juni 2026, sekaligus menjadi ujian berat bagi strategi serta kekuatan mental para peserta di atas rumput hijau.
Tensi tinggi kompetisi langsung terasa sejak upacara pembukaan (opening ceremony) yang digelar meriah pada Senin (22/6) ini. Agenda pembuka tersebut menjadi penanda dimulainya perburuan gelar juara umum melawan deretan delegasi elite se-Asia-Pasifik. Tercatat ada delapan negara yang mengirimkan barisan pegolf terbaiknya demi membidik posisi puncak papan skor (leaderboard), yakni Jepang, India, Brunei Darussalam, Myanmar, Singapura, Hong Kong, serta tim tuan rumah Indonesia yang siap memanfaatkan keuntungan tampil di kandang sendiri.
Mengacu pada regulasi resmi komite, turnamen internasional ini memainkan format 54 Holes Stroke Play murni tanpa adanya sistem gugur (cut-off). Sebelum melakoni duel pembuka besok, seluruh pemain telah menyelesaikan sesi latihan resmi (Official Practice) yang cukup ketat hari ini. Sesi tersebut menjadi kesempatan krusial bagi mereka untuk membaca arah angin, memetakan jebakan pasir (bunker), serta meraba lekuk kontur green Gunung Geulis yang terkenal menantang dan berkarakter cepat.
Jadwal kompetisi yang padat ini dipastikan menuntut fokus penuh dan konsistensi tinggi di setiap rondenya. Ujian ketangkasan para pegolf top ini baru resmi digulirkan melalui Round 1 pada Selasa besok (23 Juni), disusul dengan pembuktian konsistensi permainan pada Round 2 di hari Rabu (24 Juni). Seluruh rangkaian persaingan nantinya akan mencapai klimaks pada Final Round yang menentukan pada Kamis (25 Juni) mendatang, di mana setiap pukulan di setiap lubang (hole) akan sangat menentukan posisi akhir.
Untuk memastikan persaingan tetap berada di level tertinggi, komite memberlakukan kriteria kelayakan yang sangat ketat bagi seluruh kontestan. Menyesuaikan dengan regulasi kelas mid-amateur, kejuaraan ini dikhususkan bagi para pegolf amatir yang telah menginjak usia minimal 25 tahun per tanggal 25 Juni 2026. Tidak hanya faktor usia, para pemain yang berlaga juga wajib mengantongi indeks prestasi golf yang tajam dengan batasan handicap index maksimal 8.0 strokes berdasarkan standar World Handicap System (WHS).
Sektor Beregu Putra (Men Division) dipastikan menyajikan drama tersendiri yang menuntut kekompakan serta soliditas tinggi dari kerja sama tim. Berdasarkan regulasi komite, setiap negara anggota APGC berhak mendaftarkan maksimal dua tim, dengan komposisi maksimal three pemain per tim yang memegang status kewarganegaraan sah dari negara yang diwakilinya. Untuk penentuan posisi di sektor beregu ini, komite kejuaraan akan menghitung akumulasi dari dua hasil skor kotor terbaik (gross score) dari anggota tim di setiap rondenya.



Puncak gengsi di kategori individu juga dipastikan membara seiring dengan disiapkannya penghargaan tertinggi yang sangat prestisius oleh pihak penyelenggara. Selain memperebutkan trofi utama untuk gelar Juara Umum (Individual Champion), pemenang utama di sektor putra akan langsung diganjar dengan hadiah luar biasa yang menjadi impian para pegolf amatir regional. Sang juara secara otomatis akan mendapatkan tiket eksklusif untuk lolos langsung dan bertanding di turnamen golf profesional kelas dunia, Indonesia Open 2026.
Menariknya, turnamen ini juga dirancang sebagai panggung pembuktian bagi para pegolf yang tetap prima di berbagai rentang usia melalui sub-kategori kelompok umur khusus. Di luar perebutan gelar juara umum individu dan tim, pihak panitia turut menyediakan penghargaan medali kejuaraan yang kompetitif untuk peraih Juara 1, Juara 2 (runner-up 1), dan Juara 3 (runner-up 2). Pembagian kelompok umur tersebut dipecah secara rapi meliputi kelompok usia 25–29 tahun, usia 30–37 tahun, usia 38–46 tahun, hingga kelompok senior usia 47 tahun ke atas.
Mengantisipasi kemungkinan terjadinya perolehan skor imbang (tie) di akhir putaran ketiga nanti, komite telah menyiapkan prosedur penyelesaian yang adil dan tegas. Turnamen ini tidak mengenal status juara bersama, sehingga penentuan posisi puncak maupun urutan podium di setiap sub-kategori akan diselesaikan secara mutlak melalui sistem hitung mundur (count back). Prosedur tersebut akan dieksekusi berdasarkan ketentuan penyesuaian kartu skor (Matching Score Cards) resmi yang diadopsi langsung dari regulasi badan pengatur golf dunia, The R&A.
Menyambut jalannya hari pembukaan kejuaraan, perwakilan dari Asia Pacific Golf Confederation, Nishi Yoshihiro, menyampaikan kegembiraannya melihat antusiasme tinggi dari para peserta regional yang hadir di Indonesia.
“Atas nama Konfederasi Golf Asia Pasifik, saya sangat senang menyambut Anda semua di tahun 2026 ini. Kami sangat bersemangat menggelar kejuaraan tahun ini yang akan resmi dimulai besok. Secara khusus, kami mengucapkan selamat datang kepada 57 pemain dari 7 negara di seluruh Asia-Pasifik. Kehadiran Anda semua mencerminkan pertumbuhan rasa percaya diri, persatuan, serta persahabatan di kawasan ini,” ujar Nishi Yoshihiro.
Beliau juga menambahkan bahwa ajang ini memiliki arti penting bagi perkembangan golf regional. “Kompetisi ini kini memasuki tahun kedua, di mana edisi pertama juga sukses digelar di Indonesia, dan ajang ini telah menjelma menjadi bagian yang sangat penting. Kami sangat senang menyambut kembali negara-negara peserta, serta menyambut kembali juara bertahan kita, Yutaka Toyoshima. Kami berharap seluruh pemain dapat menampilkan permainan terbaik mereka sepanjang turnamen,” pungkasnya.
Mandat internasional yang dipercayakan kepada Indonesia ini pun disambut dengan apresiasi mendalam oleh Sekretaris Jenderal PB PGI, Suharsono, yang sekaligus mengutarakan visi besar dari asosiasi nasional. “Atas nama Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada APGC atas kepercayaan penuh untuk bertindak sebagai tuan rumah gelaran akbar ini. Ini merupakan sebuah kehormatan yang kami jawab dengan komitmen organisasi tertinggi. Kami juga mengucapkan selamat datang kepada seluruh delegasi; semoga semua peserta dapat menikmati tantangan di lapangan ini dengan sukacita dan kami berharap seluruh atlet dapat menunjukkan performa terbaik sepanjang turnamen,” tegas Suharsono.
Kebanggaan atas kesiapan teknis lapangan juga ditegaskan oleh Marketing Manager Gunung Geulis Country Club, Lina Mongan, selaku mitra venue resmi turnamen. “Kami sangat bangga dan berterima kasih kepada APGC serta PB PGI yang telah mempercayakan Gunung Geulis menjadi arena pertempuran gelaran regional seketat ini. Demi menyambut para pegolf elite, manajemen telah mengoptimalkan kondisi lapangan secara maksimal, mulai dari pemeliharaan intensif pada sektor jalur permainan (fairway) hingga pengaturan kecepatan areal sekitar lubang (green) sesuai standar turnamen internasional, guna menyajikan tantangan yang kompetitif sekaligus kenyamanan bermain yang maksimal sepanjang turnamen,” ungkap Lina Mongan.