PBPGI

HONG KONG — Rangkaian persiapan menuju 63rd Southeast Asian Amateur Golf Team Championships 2026 memasuki tahap akhir. Tim Indonesia telah menyelesaikan official practice sekaligus mengikuti opening ceremony di Hong Kong Golf Club, Fanling, Hong Kong, Senin (14/9/2026), sebelum memulai persaingan pada 15–18 September 2026.

Kejuaraan ini menjadi salah satu ajang penting bagi golf amatir Indonesia untuk mengukur kemampuan menghadapi para pegolf terbaik dari kawasan Asia Tenggara. Tahun ini, Indonesia menurunkan pemain di empat kategori, yakni Putra Cup, Lion City Cup, Santi Cup, dan Kartini Cup.

Official practice menjadi kesempatan penting bagi para pemain untuk mengenali lebih jauh karakter Hong Kong Golf Club. Lapangan di kawasan Fanling tersebut menuntut akurasi permainan, terutama dengan karakter fairway yang cukup sempit serta area green yang membutuhkan ketepatan dalam melakukan approach shot.

Selain karakter lapangan, kondisi cuaca turut menjadi perhatian tim Indonesia. Udara Hong Kong yang lembap membuat pemain harus mampu menjaga kondisi fisik dan konsentrasi selama berada di lapangan. Hujan yang turun pada siang hari saat official practice juga memberikan gambaran mengenai kondisi yang mungkin harus dihadapi selama pertandingan.

Situasi tersebut membuat proses adaptasi menjadi salah satu fokus utama tim. Para pemain tidak hanya mencoba membaca arah pukulan dan posisi terbaik di setiap hole, tetapi juga mempelajari kondisi green serta menentukan area-area yang perlu dihindari ketika pertandingan dimulai.

Pada 63rd Putra Cup, Indonesia diperkuat empat pegolf, yakni Kenneth Henson Sutianto, Jaya Wardana Dornan, Theodore Pradjoto Citoputra Tan, dan Margoz Marvin Kamengmau. Mereka akan menjadi kekuatan Merah Putih di kategori utama putra.

Sementara di 17th Lion City Cup, Indonesia menurunkan tiga pegolf junior putra, yaitu Asyrafa Danish Suryanto, Eugene E. Tanyongjaya, dan William Justin Wijaya. Ketiganya akan membawa semangat regenerasi golf Indonesia dalam persaingan junior tingkat Asia Tenggara.

Di sektor putri, Indonesia mengandalkan Isabella Sudarmanto, Sania Talita Wahyudi, dan Lydia H. Sitorus untuk berlaga pada 15th Santi Cup. Ketiganya diharapkan mampu menjaga konsistensi permainan sepanjang empat hari pertandingan.

Adapun pada 11th Kartini Cup, Merah Putih diperkuat Jennifer Quinn Effendi, Abigail Rhea Soeryo W, dan Maureen S. Jose. Kehadiran para pemain muda tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman bertanding internasional kepada generasi berikutnya.

Coach Indonesia, Alga Topan, menilai official practice menjadi kesempatan penting untuk menentukan strategi sebelum pertandingan. Fokus utama tim adalah bermain disiplin dan tidak mengambil risiko yang tidak diperlukan, terutama pada hole-hole yang menuntut akurasi tinggi.

 “Hari ini kami fokus mengenali karakter lapangan, terutama posisi tee shot, area approach, dan kondisi green. Cuaca cukup lembap dan sempat turun hujan, jadi pemain juga harus siap apabila kondisi lapangan berubah. Strateginya adalah bermain disiplin, sabar, dan mengambil keputusan sesuai karakter permainan masing-masing,” ujar Coach Alga.

Menurut Alga, setiap pemain memiliki karakter permainan berbeda sehingga strategi tidak bisa diterapkan secara sama. Tim pelatih akan menyesuaikan game plan berdasarkan kekuatan masing-masing atlet, dengan tetap menempatkan konsistensi dan course management sebagai bagian penting dalam menghadapi empat ronde pertandingan.

Sekretaris Jenderal PB PGI, Suharsono, berharap seluruh pemain mampu menikmati pertandingan sekaligus menunjukkan kemampuan terbaiknya. Keikutsertaan Indonesia di kejuaraan ini juga menjadi bagian penting dari proses pembinaan dan evaluasi atlet amatir nasional di level internasional. Suharsono tercatat sebagai Sekretaris Jenderal PB PGI periode 2023–2027.

Kami berharap para atlet bisa tampil maksimal, tetap percaya diri, dan membawa semangat Indonesia selama pertandingan. Mereka sudah mempersiapkan diri dan sekarang waktunya menunjukkan kemampuan terbaik. Yang terpenting adalah tetap fokus, menjaga sportivitas, dan berjuang sampai hole terakhir,” kata Suharsono.

Dengan official practice dan opening ceremony yang telah selesai, fokus Tim Indonesia kini sepenuhnya beralih ke pertandingan. Empat kategori akan mulai dipertandingkan pada 15 September 2026, dengan harapan Merah Putih mampu bersaing hingga putaran terakhir dan membawa pulang hasil terbaik dari Hong Kong.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *