PBPGI

HONG KONG — Tim Indonesia terus menjaga perjuangan pada 63rd Southeast Asian Amateur Golf Team Championships 2026 setelah menyelesaikan Round 3 di Hong Kong Golf Club, Fanling, Kamis (17/9/2026). Memasuki ronde terakhir, Indonesia masih berada di posisi kedua pada 11th Kartini Cup, sementara tiga kategori lainnya juga terus berjuang memberikan hasil terbaik bagi Merah Putih.

Kejuaraan beregu ini diikuti oleh sejumlah negara Asia Tenggara dan mempertandingkan empat kategori, yaitu 63rd Putra Cup, 17th Lion City Cup, 15th Santi Cup, dan 11th Kartini Cup. Setelah tiga ronde dimainkan, persaingan semakin ketat karena setiap tim masih memiliki satu ronde terakhir untuk menentukan hasil akhir kejuaraan.

Hasil positif kembali ditunjukkan Indonesia di 11th Kartini Cup. Tim Merah Putih mampu mempertahankan posisi kedua dengan total -12. Indonesia mencatat -6 pada Round 1, -5 pada Round 2, dan -1 pada Round 3, sementara Thailand masih memimpin klasemen dengan total -37.

Pada Round 3, Jennifer Quinn Effendi kembali memberikan kontribusi penting untuk tim dengan mencatat 4 under par (-4). Sementara Maureen Shavelle Yose membukukan +3 dan Abigail Rhea Soeryo Wiharko mencatat +9. Hasil tersebut membuat Indonesia tetap berada di posisi kedua menjelang ronde terakhir.

Jennifer mengatakan ketenangan dan kepercayaan diri menjadi salah satu kunci dalam menjaga permainannya selama turnamen. Ia berusaha mempertahankan strategi yang telah disiapkan dan fokus memaksimalkan setiap pukulan.

“Kuncinya saya berusaha tetap tenang dan percaya diri. Saya juga mencoba mempertahankan strategi permainan yang sudah dibuat dan fokus memaksimalkan setiap pukulan. Yang paling penting adalah tidak menyerah dan terus berusaha memberikan hasil terbaik untuk tim,” ujar Jennifer.

Pergerakan positif juga terjadi di 17th Lion City Cup. Indonesia saat ini berada di posisi keempat dengan total +4 setelah mencatat 2 under par (-2) pada Round 3. Posisi tersebut tetap dijaga Indonesia setelah sebelumnya berada di posisi keempat pada Round 2.

William Justin Wijaya menjadi salah satu penyumbang catatan terbaik Indonesia setelah membukukan 3 under par (-3) pada ronde ketiga. Eugene E. Tanyongjaya mencatat +1, sedangkan Asyrafa Danish Suryanto membukukan +5.

William mengatakan perubahan cuaca yang cukup cepat menjadi salah satu tantangan selama pertandingan di Hong Kong. Kondisi yang dapat berubah dari hujan deras menjadi panas terik membuat para pemain harus lebih memperhatikan kondisi fisik.

“Cuaca di sini sangat fluktuatif, bisa hujan deras lalu berubah menjadi panas terik. Jadi kami harus ekstra menjaga stamina, hidrasi, dan asupan vitamin supaya kondisi fisik tetap terjaga. Untuk lapangannya sendiri sangat nyaman dimainkan, kualitas rumput dan green-nya juga sangat bagus,” kata William.

Bagi Asyrafa, kejuaraan ini menjadi pengalaman penting karena merupakan debutnya bersama Tim Nasional Indonesia. Ia mengaku sempat merasa gugup pada hari pertama, namun perlahan mampu menikmati pertandingan setelah mendapat arahan dan dukungan dari Coach Alga.

“Di hari pertama saya sempat merasa gugup karena ini pertama kali bermain untuk Timnas. Tapi setelah mendapat arahan dari Coach Alga, saya mulai lebih tenang dan bisa menikmati permainan. Tantangan paling besar memang cuaca yang cukup panas, ditambah beberapa pukulan saya kurang akurat,” ujar Asyrafa.

Ia juga mengakui kondisi tersebut membuatnya harus bekerja lebih keras ketika menghadapi situasi break dan up and down di lapangan. Namun, pengalaman selama tiga ronde menjadi modal penting baginya untuk menghadapi ronde terakhir.

Sementara itu, Eugene E. Tanyongjaya mengaku bersyukur dan bangga bisa berjuang bersama Tim Nasional Indonesia. Menurutnya, adaptasi terhadap cuaca menjadi salah satu tantangan utama selama berada di Hong Kong.

“Saya sangat bersyukur dan bangga bisa berjuang membela negara bersama tim di ajang ini. Cuacanya cukup sulit diprediksi, jadi kami harus bisa beradaptasi. Dari permainan sendiri, iron sudah cukup bagus dan beberapa kali bisa mendekati hole, tetapi putting masih belum maksimal sehingga peluang birdie belum bisa dimanfaatkan dengan baik,” kata Eugene.

Memasuki ronde terakhir, Eugene berharap seluruh anggota tim dapat bermain lebih baik, tetap fokus pada permainan yang sedang dijalani, dan tampil tanpa beban.

Perjuangan Indonesia juga berlanjut di 15th Santi Cup. Setelah tiga ronde, Indonesia berada di posisi kelima dengan total even par (E). Pada Round 3, tim Indonesia mencatat even par, dengan Lydia Hawila Stevany Sitorus membukukan -1 dan Sania Talita Wahyudi +1. Isabella Sudarmanto menyelesaikan ronde dengan +5.

Lydia menilai permainan pada Round 3 berjalan lebih baik meski harus menghadapi posisi pin yang cukup sulit. Beberapa bogey dan double bogey juga sempat muncul dalam permainannya, tetapi ia mampu menjaga ketenangan agar tidak kehilangan fokus.

“Hari ini permainan saya terasa lebih baik. Memang ada beberapa tantangan, terutama posisi pin yang cukup sulit, lalu ada beberapa bogey dan double bogey. Saya mencoba tetap tenang dan tidak panik supaya bisa kembali fokus. Saya bersyukur akhirnya bisa menyelesaikan permainan dengan satu under,” ujar Lydia.

Untuk ronde berikutnya, Lydia ingin bermain lebih tenang dan fokus memberikan hasil terbaik. Selain membantu tim, ia juga berharap dapat terus meningkatkan posisinya di persaingan individual.

Di 63rd Putra Cup, Indonesia berada di posisi keenam dengan total +23 setelah membukukan +9 pada Round 3. Theodore Pradjoto Citoputra Tan menjadi salah satu penyumbang catatan terbaik dengan +1, disusul Kenneth Henson Sutianto +2 dan Margoz Marvin Kamengmau +6. Sementara Jayawardana Dornan menyelesaikan ronde dengan even par.

Theo menilai kondisi lapangan secara umum cukup baik, meski cuaca yang lembap dan cukup panas menjadi tantangan. Ia juga mengakui masih memiliki pekerjaan rumah pada putting setelah beberapa kali mengalami three-putt dalam tiga ronde.

“Kondisi lapangan sebenarnya cukup bagus, tetapi cuacanya lembap dan lumayan panas. Selama tiga hari ini permainan saya belum maksimal, terutama putting karena beberapa kali three-putt. Saya mencoba mengatasinya dengan bermain lebih percaya diri dan memberikan dorongan yang lebih pada putting, dan hasilnya mulai membaik,” kata Theo.

Margoz juga mengakui masih menemukan kendala dalam permainannya, terutama pada tee off. Pukulan pembuka yang kurang presisi membuatnya beberapa kali tidak mendapatkan posisi fairway yang ideal dan harus bekerja lebih keras untuk melakukan recovery maupun up and down.

“Saya senang bisa membela Timnas Indonesia. Memang selama tiga hari ini permainan saya belum maksimal, terutama tee off yang masih kurang presisi. Akibatnya saya cukup sering tidak mendapatkan fairway dan harus melakukan recovery. Selain itu, saya juga berusaha menjaga kondisi fisik dengan banyak minum karena cuacanya sangat panas,” ujar Margoz.

Kenneth menambahkan, kondisi lapangan yang cukup becek serta green yang kurang kencang turut memberikan tantangan bagi tim Putra Cup. Ia juga menyebut cuaca panas membuat para pemain harus lebih memperhatikan kondisi fisik selama berada di lapangan.

“Lapangan hari ini cukup becek dan green-nya juga kurang kencang. Cuacanya panas, jadi memang cukup menantang. Dari permainan sendiri saya masih belum berada di performa terbaik, terutama putting. Kami juga sempat menghadapi situasi ketika Jaya harus withdraw karena pusing,” ujar Kenneth.

Menghadapi ronde terakhir, Kenneth menegaskan tim Putra Cup akan tetap memberikan seluruh kemampuan yang dimiliki. Menurutnya, para pemain akan tampil all out dan berusaha bermain tanpa beban untuk menutup turnamen dengan hasil terbaik.

Setelah tiga ronde, Indonesia berada di posisi kedua Kartini Cup dengan total -12, posisi keempat

Lion City Cup dengan +4, posisi kelima Santi Cup dengan E, dan posisi keenam Putra Cup dengan

+23. Dengan satu ronde terakhir yang masih tersisa, seluruh pemain Indonesia akan kembali turun ke lapangan untuk memberikan penampilan terbaik dan menutup perjuangan di 63rd Southeast Asian Amateur Golf Team Championships 2026 dengan hasil maksimal bagi Merah Putih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *