

SELANDIA BARU — Tim golf amatir Indonesia telah tiba di Selandia Baru untuk mempersiapkan diri menghadapi Asia-Pacific Amateur Championship (AAC) 2026. Kejuaraan bergengsi tingkat Asia-Pasifik ini akan berlangsung pada 29 Oktober hingga 1 November 2026 di Te Arai Links South Course, Selandia Baru.
Indonesia mengirimkan enam pegolf untuk bersaing dengan para pemain amatir terbaik dari kawasan Asia-Pasifik. Mereka adalah William Wijaya, Kenneth Sutianto, Jaya Wardana Dornan, Rayhan Latief, Randy Bintang, dan Najib Bhakti. Keenam pemain tersebut akan didampingi pelatih Alga Topan dalam menghadapi persaingan tahun ini.
Kedatangan di Selandia Baru menjadi langkah awal bagi skuad Merah Putih untuk mematangkan persiapan menjelang pertandingan. Adaptasi terhadap lingkungan setempat, pengenalan karakter lapangan, dan penyusunan strategi menjadi bagian penting sebelum para pegolf memulai perjuangan mereka di kejuaraan ini.
AAC merupakan salah satu kejuaraan golf amatir paling bergengsi di kawasan Asia-Pasifik. Turnamen ini mempertemukan pegolf-pegolf muda terbaik dari berbagai negara dan menjadi kesempatan penting bagi para peserta untuk mengukur kemampuan sekaligus menunjukkan perkembangan permainan di tingkat internasional.
Tantangan yang menanti tim Indonesia tidak hanya datang dari kualitas lawan, tetapi juga karakter lapangan yang berbeda dari kondisi yang biasa dijumpai di Tanah Air. Te Arai Links South Course terletak di kawasan pesisir Pulau Utara Selandia Baru, dengan lanskap bukit pasir alami dan pemandangan Samudra Pasifik.
Sebagai lapangan bergaya links, Te Arai Links memiliki karakter permainan yang menuntut ketepatan strategi dan kemampuan beradaptasi. Permukaan yang relatif keras dan cepat, kontur lapangan, serta pengaruh angin menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhitungkan dalam menentukan arah dan jarak pukulan.
Cuaca setempat juga menjadi aspek yang perlu diperhatikan selama persiapan dan pertandingan. Lokasi lapangan di kawasan pesisir membuat perubahan arah dan kecepatan angin berpotensi memengaruhi permainan. Karena itu, kemampuan membaca kondisi lapangan, menyesuaikan pemilihan stik, dan menjaga konsistensi pukulan akan menjadi bagian penting dalam upaya meraih hasil terbaik.
Menghadapi tantangan tersebut, tim Indonesia membawa bekal persiapan dan pengalaman dari berbagai kejuaraan. Salah satunya adalah Rayhan Latief, yang telah beberapa kali tampil di AAC dan kini mengembangkan permainannya bersama tim golf University of North Texas di Amerika Serikat.
Dalam wawancara yang dipublikasikan Asia-Pacific Golf Confederation (APGC) pada 22 Oktober 2026, Rayhan menyampaikan keyakinannya terhadap perkembangan permainan dan persiapan yang telah dijalani. Pengalaman berlatih di Texas, termasuk menghadapi kondisi berangin, menjadi salah satu bekal untuk menghadapi karakter lapangan di Selandia Baru.
“Target pribadi saya di Selandia Baru adalah memenangkan turnamen ini. Tantangannya tentu tidak mudah, terutama dengan kondisi dan karakter lapangan. Namun, saya sudah banyak berlatih menghadapi angin di Texas, sehingga saya merasa percaya diri menuju Te Arai Links dan yakin bisa bermain dengan baik,” ujar Rayhan.
Optimisme tersebut menjadi salah satu gambaran semangat yang dibawa skuad Merah Putih dalam menghadapi AAC 2026. Dengan persiapan masing-masing, keenam pegolf Indonesia diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaik dan bersaing secara kompetitif sepanjang turnamen.
Indonesia juga diperkuat Kenneth Sutianto dan Randy Bintang yang memiliki pengalaman tampil di kejuaraan ini. Sementara itu, William Wijaya, Jaya Wardana Dornan, dan Najib Bhakti melengkapi komposisi tim yang akan berjuang menghadapi persaingan dari berbagai negara di kawasan Asia-Pasifik.
Pada AAC 2025 di Dubai, Rayhan Latief finis di posisi T17 dan menyamai pencapaian terbaik pegolf Indonesia dalam sejarah turnamen tersebut, yang sebelumnya dicatatkan George Gandranata pada 2011. Catatan itu menjadi salah satu gambaran potensi pegolf Indonesia untuk bersaing di kejuaraan ini.
AAC 2026 juga menawarkan kesempatan besar bagi para peserta untuk melangkah ke panggung golf dunia. Pemenang turnamen akan memperoleh undangan untuk tampil di Masters Tournament 2027 serta hak bermain di The 155th Open Championship. Hal ini semakin menegaskan pentingnya kejuaraan tersebut bagi para pegolf amatir yang ingin mengembangkan karier ke tingkat internasional.
Bagi Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI), keikutsertaan enam pegolf nasional di AAC 2026 merupakan bagian dari upaya mendorong perkembangan prestasi golf Indonesia di tingkat internasional. Kejuaraan ini juga menjadi kesempatan bagi para pemain untuk menambah pengalaman bertanding, mengukur kemampuan menghadapi persaingan internasional, dan menunjukkan potensi golf amatir Indonesia.
PB PGI berharap seluruh anggota skuad dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, menjaga konsistensi permainan, dan menunjukkan semangat juang sepanjang pertandingan. Dengan persiapan yang telah dijalani, tim Indonesia diharapkan mampu bersaing secara kompetitif dan meraih hasil terbaik di Te Arai Links.
Dukungan dan doa masyarakat Indonesia juga diharapkan menjadi penyemangat bagi William Wijaya, Kenneth Sutianto, Jaya Wardana Dornan, Rayhan Latief, Randy Bintang, dan Najib Bhakti dalam membawa nama Merah Putih di panggung golf Asia-Pasifik.
Mari bersama memberikan dukungan kepada perjuangan skuad Indonesia di Asia-Pacific Amateur Championship 2026. Semoga para pegolf Merah Putih dapat tampil maksimal, mengharumkan nama bangsa, dan membawa hasil membanggakan bagi golf Indonesia.