PBPGI

Sentul highlands Golf Club

JAKARTA – Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI) secara resmi telah merilis tiga nama atlet yang akan mewakili Indonesia dalam turnamen 46th Queen Sirikit Cup. Ajang amatir beregu putri tingkat Asia-Pasifik ini dijadwalkan berlangsung pada 12 hingga 15 Mei 2026 mendatang.

Tahun ini, Indonesia mendapatkan giliran menjadi tuan rumah dengan menunjuk Sentul Highlands Golf Club sebagai lokasi pertandingan. Turnamen ini menjadi ujian berat bagi skuad Merah Putih mengingat standar kompetisi yang sangat tinggi di level internasional.

Pemilihan atlet dilakukan melalui proses seleksi nasional yang ketat untuk mencari pemain yang paling siap secara teknis maupun fisik. Dari hasil seleksi tersebut, tiga pemain yang terpilih adalah Bianca Naomi Laksono, Lydia Hawila Stevany Sitorus, dan Abigail Rhea Soeryo Wiharko

Abigail Rhea Soeryo Wiharko
Bianca Naomi Laksono
Lydia Hawila Stevany Sitorus

Bianca Naomi Laksono, atlet yang berasal dari Pengprov PGI DKI Jakarta, terpilih karena konsistensi akurasi pukulannya. Bianca diharapkan mampu menjaga manajemen permainan yang stabil di lapangan yang memiliki banyak rintangan teknis.

Selanjutnya, Lydia Hawila Stevany Sitorus merupakan atlet perwakilan dari Pengprov PGI Jawa Barat. Kelebihan Lydia terletak pada aspek ketenangan dalam melakukan putting, sebuah elemen krusial yang sangat dibutuhkan untuk menaklukkan karakteristik lapangan di Sentul.

Melengkapi formasi, Abigail Rhea Soeryo Wiharko yang juga berasal dari Pengprov PGI Bali, dikenal memiliki mentalitas bertanding yang cukup stabil. Kemampuannya untuk tetap tenang di bawah tekanan menjadi poin penting dalam format kompetisi beregu.

Mengenai lokasi pertandingan, Sentul Highlands Golf Club dikenal sebagai lapangan yang memiliki tingkat kesulitan tinggi. Lapangan ini menuntut akurasi tee shot karena koridor yang sempit serta green yang bergelombang dan cepat, yang seringkali menyulitkan pemain jika salah menempatkan bola.

Kondisi lapangan yang menantang ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi tim Indonesia. Bermain di rumah sendiri memang memberikan keuntungan berupa pengenalan medan, namun tekanan mental yang dihadapi para atlet tetap tidak bisa dianggap remeh.

PB PGI menyadari bahwa persaingan di Queen Sirikit Cup tahun ini akan sangat berat. Kekuatan tim-tim dari negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Thailand sejauh ini masih mendominasi peta kekuatan golf amatir putri di wilayah Asia-Pasifik.

Secara teknis dan peringkat internasional, tim-tim dari negara tersebut memang masih berada di atas Indonesia. Oleh karena itu, target utama bagi skuad Indonesia adalah memberikan perlawanan terbaik dan meminimalisir kesalahan-kesalahan mendasar di setiap ronde.

Persiapan tim kali ini lebih difokuskan pada adaptasi lapangan dan pematapan strategi permainan. Tim pelatih menekankan agar para atlet tidak terbebani dengan ekspektasi tinggi dan tetap fokus pada rencana permainan mereka masing-masing.

Partisipasi dalam turnamen ini juga menjadi tolok ukur sejauh mana perkembangan pembinaan golf putri di Indonesia dibandingkan dengan negara-negara tetangga yang sudah lebih maju secara prestasi dan sistem pembinaan.

Dukungan dari publik golf tanah air tentu diharapkan tetap mengalir untuk memotivasi para atlet. Meskipun tantangan di depan mata sangat besar, Queen Sirikit Cup 2026 diharapkan dapat memberikan pengalaman kompetisi level tinggi bagi Bianca, Lydia, dan Abigail.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *