
BOGOR – Panggung golf amatir putri paling bergengsi di Asia-Pasifik, The 46th Queen Sirikit Cup, resmi dipukul (tee-off) hari ini di Sentul Highlands Golf Club. Setelah menanti selama 17 tahun, Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah bagi talenta-talenta muda terbaik dari kawasan ini.
Pertarungan kali ini benar-benar berkelas dunia. Sebanyak 13 negara, termasuk raksasa golf seperti Jepang, Korea Selatan, dan China, menurunkan skuat terbaik mereka. Kehadiran para pemain dengan peringkat WAGR (World Amateur Golf Ranking) yang mentereng sejak awal sudah menjamin persaingan bakal sengit di setiap hole.
Sentul Highlands sendiri menyuguhkan tantangan yang tidak main-main. Kondisi lapangan dilaporkan dalam status prima, namun kontur perbukitan yang ekstrem dan green yang licin (cepat) memaksa setiap pemain memutar otak. Akurasi tinggi dan strategi matang menjadi harga mati untuk bisa selamat dari rintangan lapangan.
Cuaca Bogor di putaran pertama ini cukup bersahabat dengan langit cerah dan suhu yang hangat. Meski begitu, hembusan angin di beberapa titik sempat menjadi “lawan” tambahan bagi para pemain. Udara pegunungan yang segar namun lembap menuntut adaptasi fisik yang cepat dari para peserta mancanegara.
Masuk ke papan klasemen beregu (Team Leaderboard), tim Jepang langsung menunjukkan taringnya. Mereka melesat ke puncak klasemen sementara dengan total skor 135. Bermain sangat konsisten, tim Negeri Matahari Terbit ini sukses menciptakan selisih empat pukulan dari pesaing terdekatnya.
Korea Selatan membuntuti di posisi kedua dengan total skor 139. Namun, posisi mereka belum sepenuhnya aman karena tim Hong Kong, China, tampil mengejutkan dengan mencatatkan skor yang sama, 139, di hari pertama ini.
Di posisi keempat, China mengintai dengan skor 143, disusul Chinese Taipei yang mencatatkan 146. Kerapatan poin di papan tengah ini membuktikan bahwa kekuatan golf putri di Asia saat ini sudah semakin merata dan sulit ditebak.
Vietnam sementara menempati peringkat keenam dengan 147 poin. Di bawahnya, Thailand dan Singapura harus puas berbagi tempat di posisi ketujuh dengan skor identik 148. India menyusul di posisi sembilan (149), sementara Selandia Baru melengkapi sepuluh besar dengan skor 150.
saat ini berada di peringkat ke-11 dengan total skor 153, bersaing ketat dengan Malaysia di posisi ke-12. Sementara itu, Filipina menutup klasemen hari pertama dengan skor 154 dan diprediksi akan habis-habisan di putaran berikutnya.
Dominasi Jepang juga menular ke kategori individu. Anna Iwanaga tampil luar biasa dengan memimpin leaderboard lewat catatan 5-under par (67). Sebuah skor yang sangat impresif untuk ukuran hari pertama di lapangan sesulit Sentul Highlands.
Rekan setimnya, Ai Goto, menempel ketat di posisi kedua dengan skor 4-under par (68). Persaingan di peringkat ketiga tak kalah panas, dihuni oleh Sabrina Wong (Hong Kong) dan Seojin Park (Korea Selatan) yang sama-sama mengemas 3-under par (69).
Beberapa nama besar lainnya seperti Xingtong Chen (Singapura), Arianna Lau (Hong Kong), dan Gyubeen Kim (Korea Selatan) juga tetap menjaga peluang. Mereka tampil solid dengan catatan 2-under par (70), menjaga jarak agar tetap kompetitif menuju perburuan gelar juara.
Dengan sisa tiga putaran lagi, segala kemungkinan masih bisa terjadi di lapangan. Dukungan dari publik golf tanah air tentu diharapkan bisa membakar semangat tim nasional untuk terus merangkak naik, sambil kita menjadi saksi lahirnya bintang baru golf dunia di Indonesia.