PBPGI

BOGOR, PBPGI – Turnamen golf amatir putri paling bergengsi di kawasan Asia-Pasifik, The 46th Queen Sirikit Cup, akhirnya resmi mencapai puncaknya. Mengambil tempat di Sentul Highlands Golf Club, Bogor, Jawa Barat, putaran final (Round 4) yang dimainkan pada hari Jumat kemarin benar-benar menyajikan klimaks yang luar biasa bagi para pencinta golf tanah air dan internasional.

Persaingan di hari terakhir ini berlangsung sangat ketat sejak pukulan tee-off pertama dilepaskan di pagi hari. Atmosfer ketegangan begitu terasa di udara karena papan klasemen, baik di kategori individual maupun beregu, terus mengalami pergeseran angka yang sangat dinamis. Penonton yang memadati lapangan disuguhkan tontonan berkelas dunia dari para pegolf masa depan ini.

Puncak drama dari seluruh rangkaian turnamen ini terjadi pada perebutan takhta tertinggi di kategori individual. Pegolf tangguh asal Korea Selatan, Gyubeen Kim, terlibat dalam duel satu lawan satu yang sangat menegangkan melawan andalan utama Jepang, Ai Goto. Keduanya tampil luar biasa tanpa cela sepanjang 18 hole di putaran final tersebut.

Hingga hole terakhir diselesaikan, baik Gyubeen Kim maupun Ai Goto sama-sama berhasil membukukan total skor fantastis yang identik, yaitu -14. Hasil imbang di puncak klasemen Individual Leaderboard ini membuat suasana lapangan semakin bergemuruh. Sesuai regulasi, pertandingan pun terpaksa harus dilanjutkan ke babak penentuan melalui sistem sudden-death play-off.

Babak play-off yang menguras emosi dan fisik ini menjadi pembuktian kematangan mental kedua pemain di bawah tekanan yang luar biasa besar. Dengan disaksikan oleh ratusan pasang mata, Gyubeen Kim akhirnya menunjukkan mental baja yang menjadi ciri khas pegolf Korea Selatan. Lewat akurasi pukulan yang presisi, Kim sukses mengunci kemenangan dan meredam perlawanan sengit dari Ai Goto.

Keberhasilan Gyubeen Kim memenangkan babak penentuan ini sekaligus memastikan trofi individual Queen Sirikit Cup tahun ini tetap pulang ke Negeri Ginseng. Sementara itu, Ai Goto harus puas menempati posisi 1st Runner Up setelah perjuangan heroiknya kandas di lubang tambahan. Melengkapi dominasi dua negara raksasa golf ini, posisi 2nd Runner Up diamankan oleh pegolf Jepang lainnya, Anna Iwanaga, dengan total skor -12.

Meskipun Jepang harus merelakan gelar juara individual jatuh ke tangan Korea Selatan, tim Negeri Matahari Terbit tersebut berhasil membalasnya dengan performa yang tak terbendung di kategori beregu. Sejak hari pertama turnamen digulirkan, konsistensi performa kolektif tim Jepang memang sudah menjadi ancaman besar bagi para kompetitornya.

Trio maut yang memperkuat skuad Jepang kali ini diisi oleh kombinasi maut Ai Goto, Anna Iwanaga, dan Yurina Hiroyoshi. Ketiga pegolf ini tampil sangat kompak dan saling mengisi satu sama lain di sepanjang putaran final. Kerja sama tim yang solid menjadi kunci utama mereka dalam mempertahankan posisi puncak dari kejaran negara-negara pesaing.

Hingga seluruh skor akhir diakumulasikan, Jepang sukses menyabet gelar juara Team Competition setelah mengemas total skor keseluruhan 543. Kemenangan ini diraih dengan perjuangan yang sangat dramatis karena mereka hanya unggul tipis, dengan selisih satu pukulan saja, dari rival abadi mereka, Tim Korea Selatan.

Tim Korea Selatan sendiri harus berlapang dada menempati posisi 1st Runner Up kategori beregu dengan total skor akumulatif 544. Sementara itu, posisi 2nd Runner Up berhasil diamankan oleh tim Hong Kong, China yang mengumpulkan total skor 557, mengungguli Chinese Taipei dan Thailand yang terus menempel ketat di bawahnya.

Pihak panitia juga memberikan penghargaan khusus bagi para pemain yang berhasil mencetak skor terbaik di setiap fasenya melalui penghargaan Daily Best Score. Pada Round 1, penghargaan ini diraih oleh Anna Iwanaga (Jepang), sementara Round 2 dipimpin oleh Seojin Park (Korea). Memasuki paruh kedua, Yurina Hiroyoshi (Jepang) menjadi yang terbaik di Round 3, sebelum akhirnya ditutup oleh aksi gemilang sang juara individual, Gyubeen Kim, di Round 4.

Secara keseluruhan, gelaran Queen Sirikit Cup edisi ke-46 di Indonesia ini dinilai sukses besar oleh banyak pihak dan delegasi negara peserta. Keputusan Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI) untuk membawa kembali turnamen bergengsi ini ke tanah air setelah penantian panjang selama 17 tahun terbayar tuntas dengan kualitas kompetisi yang tersaji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *