PBPGI

BOGOR – Persaingan di ajang APGC Mid-Amateur Championship 2026 kian membara memasuki putaran kedua yang dimainkan di East Course, Gunung Geulis Country Club, Rabu (24/6). Bermain di bawah tekanan angin perbukitan yang sulit ditebak serta ketatnya pin position, para pegolf amatir elite se-Asia-Pasifik ini dipaksa memeras otak demi menaklukkan karakter lapangan yang menantang, hingga sukses menghadirkan drama di atas green dan merombak jajaran papan atas klasemen.

Panggung putaran kedua ini menjadi milik wakil tuan rumah, Alit Jiwandana, dan pegolf andalan India, Raj Randhawa. Keduanya sukses keluar sebagai leading champions untuk skor harian Round 2 setelah tampil memukau lewat torehan even par 71. Ketenangan Alit dalam menjaga ritme permainan sejak tee-off serta kebangkitan luar biasa dari Raj Randhawa yang sempat terseok-seok di hari pertama dengan skor 76 menjadi bukti sahih betapa ketatnya perebutan posisi puncak hari ini. Di bawah mereka, trio pegolf yakni Angki Trijaka (Indonesia), Zachary Kristian (Indonesia), dan Hiroki Chino (Jepang) terus menempel ketat dengan torehan skor harian 72 (+1).

Kendati Alit dan Raj mendominasi performa harian, pada klasemen akumulasi keseluruhan (Gross Overall Leaderboard) sejauh ini masih berhasil dipertahankan oleh sang juara bertahan asal Jepang, Yutaka Toyoshima. Toyoshima kokoh di puncak dengan total skor sementara 140 (2-under par). Meski penampilannya sedikit melambat di hari kedua dengan skor 74 (+3), modal fantastis berupa skor 66 (5-under par) yang ia kemas di hari pertama terbukti aman untuk menjaganya tetap berada di posisi teratas klasemen tunggal. Namun, posisi Toyoshima dipastikan jauh dari kata aman karena ia kini dikepung oleh tiga pegolf tangguh yang menguntit tepat di peringkat kedua bersama (tie-2) dengan total skor even par 142. Mereka adalah dua pilar andalan Merah Putih, Alit Jiwandana (71-71) dan Zachary Kristian (70-72), serta pegolf senior Jepang, Hiroki Chino (70-72).

Sengitnya atmosfer pertandingan hari ini juga tercermin jelas dari peta persaingan di masing-masing kelompok umur. Di Group A (usia 25-29 tahun), persaingan dipimpin oleh Zachary Kristian yang membukukan skor harian 72 (+1). Posisinya ditempel ketat oleh sesama wakil Indonesia, Luke Evan Moore, serta pegolf Jepang, Kabuto Chigita, yang sama-sama mengemas skor 73 (+2).

Sementara itu, beralih ke Group B (usia 30-37 tahun), Alit Jiwandana mutlak menjadi yang terbaik setelah mencatatkan skor even par 71. Di bawah Alit, terjadi persaingan masif di posisi tie-2 dengan skor kembar 73 (+2) yang diraih oleh Koichi Mizukami (Jepang), Kyaw Ko Ko Chit (Hong Kong), Tan Ryan Rachmat (Indonesia), dan Shigeta Hattory (Jepang).

Berlanjut ke Group C (usia 38-46 tahun), Raj Randhawa tampil dominan di puncak performa harian dengan skor 71 (even par), unggul tipis satu stroke dari pegolf Indonesia, Angki Trijaka, yang menguntit di posisi kedua dengan skor 72 (+1). Michael Cahyadi melapis di tempat ketiga dengan raihan skor 73 (+2).

Tensi tinggi tidak kalah seru diperlihatkan oleh para pegolf senior di Group D (usia 47 tahun ke atas). Hiroki Chino asal Jepang sukses memuncaki performa harian grup ini lewat torehan skor solid 72 (+1). Di posisi berikutnya, pegolf India Simarjeet Singh dan wakil Indonesia Suharsono menempel ketat di peringkat tie-2 setelah sama-sama membukukan skor harian 73 (+2), mengungguli pimpinan klasemen overall Yutaka Toyoshima yang mengemas skor 74 (+3).

Sinergi apik dari performa individu tersebut langsung berdampak manis pada kategori beregu. Tim Indonesia 1 yang diperkuat oleh Zachary Kristian, Alit Jiwandana, dan Andy Sjaichudin sukses menunjukkan dominasi total dengan mengamankan posisi puncak team leaderboard. Kombinasi solid dari Zachary dan Alit yang sama-sama mengemas total skor individu 142 membuat tim tuan rumah kokoh memimpin klasemen beregu dengan akumulasi skor 284. Hasil ini membawa Indonesia 1 memimpin perburuan gelar juara dengan unggul tiga stroke atas pesaing terdekat mereka, Tim Jepang 1 (Yutaka Toyoshima, Shigeta Hattory, Koichi Mizukami), yang menguntit di posisi kedua dengan total skor 287.

Sementara itu, posisi ketiga beregu dihuni oleh Tim Jepang 2 dengan total skor 291, disokong oleh kontribusi impresif Hiroki Chino yang mencetak skor harian 72. Di sisi lain, jajaran lima besar klasemen beregu dilengkapi oleh Tim Internasional di peringkat keempat dengan skor 295 dan Tim Indonesia 2 di posisi kelima lewat total akumulasi skor 298, di mana Luke Evan Moore menjadi tulang punggung tim setelah memperbaiki permainannya lewat torehan skor solid 73 di putaran kedua ini.

Apresiasi tinggi juga patut diberikan kepada Angki Trijaka. Pegolf tuan rumah ini berhasil membayar tuntas hasil kurang maksimal di hari pertama. Sempat mencetak skor 78, Angki memperlihatkan mental juaranya di putaran kedua dengan mengemas skor apik 72 (+1). Tambahan hasil positif ini mendongkrak posisinya secara signifikan ke peringkat tie-13 besar klasemen keseluruhan.

Secara keseluruhan, kondisi East Course Gunung Geulis Country Club benar-benar menguji kematangan strategi dan mentalitas para pegolf amatir elite se-Asia-Pasifik ini. Green yang cepat serta tantangan kontur lapangan yang dinamis membuat perolehan skor bergerak sangat ketat, di mana hanya ada satu pemain yang mampu menjaga total skor di bawah par hingga hari kedua usai.

Dengan menyisakan satu putaran final esok hari, duel klasik sarat gengsi antara Indonesia dan Jepang dipastikan akan mencapai klimaksnya. Semua mata akan tertuju pada pertarungan di grup-grup terakhir, di mana ketenangan dalam mengesekusi putting dan akurasi tee-shot akan menjadi pembeda utama untuk menentukan siapa yang berhak membawa pulang trofi bergengsi APGC Mid-Amateur Championship 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *