
Olimpiade Jawa Barat Amateur Open (OJAO) 2026 resmi berakhir setelah menghadirkan persaingan sengit selama tiga hari pertandingan. Turnamen yang diikuti para pegolf amatir terbaik dari berbagai provinsi, klub, dan akademi golf di Indonesia ini kembali menjadi ajang penting dalam kalender pembinaan prestasi nasional, sekaligus menjadi panggung bagi para atlet muda untuk menunjukkan perkembangan permainan mereka.
Sejak putaran pertama, persaingan di kategori individu maupun beregu berlangsung sangat kompetitif. Sejumlah pemain silih berganti menempati papan atas klasemen, membuat perebutan gelar juara baru benar-benar ditentukan pada hari terakhir pertandingan.
Pada Divisi Men Individu, Luke Evan Moore dari PGI Provinsi DKI Jakarta berhasil memastikan gelar juara setelah membukukan total skor 209. Permainan yang konsisten sejak awal turnamen menjadi modal utama Luke untuk mempertahankan posisinya hingga akhir kompetisi.
Persaingan di kategori putra berlangsung sangat ketat. Asa Najib dari Double B harus puas finis di posisi kedua dengan total skor 210, hanya terpaut satu pukulan dari sang juara. Sementara Randy Arbenata M. Bintang dari PGI Provinsi Jawa Barat menempati posisi ketiga dengan skor 217, diikuti Rayhan Abdul Latief dari Ciputra Golf Foundation dengan total 219, serta Mochtar dari PGI Provinsi Kalimantan Timur yang menyelesaikan turnamen di posisi kelima dengan skor 221.
Drama justru tersaji pada Divisi Ladies Individu. Reicherin G. Hanslkie dari Ciputra Golf Foundation dan Bianca Naomi Laksono dari PGI Provinsi DKI Jakarta sama-sama menutup pertandingan dengan total skor 226, sehingga gelar juara harus ditentukan melalui playoff. Dalam duel penentuan tersebut, Reicherin berhasil tampil lebih baik untuk mengamankan kemenangan sekaligus memastikan dirinya sebagai juara Olimpiade Jawa Barat Amateur Open 2026.
Bianca Naomi Laksono pun harus puas mengakhiri turnamen sebagai runner-up setelah memberikan perlawanan hingga playoff. Sementara itu, Anna Grace Sunarno dari National Golf Institute menempati posisi ketiga dengan total skor 229, disusul Lydia H. Stevany Sitorus dari PGI Provinsi Jawa Barat di posisi keempat dengan skor yang sama, serta Isabella Sudarmanto dari PGI Provinsi Jawa Tengah di posisi kelima dengan total 230.
Persaingan tidak kalah menarik juga terjadi pada nomor beregu putra. PGI Provinsi Jawa Barat berhasil meraih gelar juara setelah mengumpulkan total skor 296 melalui penampilan solid Randy Arbenata M. Bintang dan Naufal Abdul Azis Lesmana. Konsistensi keduanya sepanjang dua putaran menjadi faktor penting yang membawa tim Jawa Barat naik ke podium tertinggi.
Posisi kedua ditempati tim Double B dengan total skor 297 yang diperkuat oleh Asa Najib dan Kifata Aftar. Mereka hanya terpaut satu pukulan dari juara, menunjukkan betapa ketatnya persaingan pada nomor beregu putra.
Sementara itu, PGI Provinsi DKI Jakarta yang diperkuat Luke Evan Moore dan Prakasa Alfa Rizqi juga membukukan total 297. Meski memiliki skor yang sama dengan Double B, tim DKI Jakarta harus puas finis di posisi ketiga berdasarkan penentuan peringkat sesuai regulasi pertandingan.
Pada nomor beregu putri, PGI Provinsi Bali sukses keluar sebagai juara dengan total skor 310. Duet Richtier J. Hanslkie dan Reicherin G. Hanslkie tampil konsisten sepanjang turnamen dan menjadi kombinasi terbaik di kategori tersebut.
Posisi runner-up diraih Ciputra Golf Foundation dengan total skor 315 melalui kontribusi Lydia H. Stevany Sitorus dan Fausta Bianda. Adapun PGI Provinsi Jawa Barat menutup kompetisi di posisi ketiga dengan total 317 melalui permainan Putu Mayvil Widya Handayani dan Abigail Rhea Soeryo W.
Selain perebutan gelar juara, penghargaan Daily Best Score juga diberikan kepada pemain dengan performa terbaik di setiap putaran. Pada kategori Men, Luke Evan Moore mencatat skor 68 pada putaran pertama, Asa Najib mencetak 69 pada putaran kedua, dan Rayhan Abdul Latief membukukan skor 67 pada putaran ketiga. Sementara di kategori Ladies, Lydia H. Stevany Sitorus mencatat skor 72 pada putaran pertama, Reicherin G. Hanslkie menjadi yang terbaik pada putaran kedua dengan skor 74, dan Isabella Sudarmanto menorehkan skor 72 pada putaran ketiga.
Hasil Olimpiade Jawa Barat Amateur Open 2026 kembali memperlihatkan perkembangan positif pembinaan golf amatir di Indonesia. Persaingan yang berlangsung ketat di seluruh kategori menunjukkan semakin meratanya kualitas para pegolf muda dari berbagai daerah, klub, dan akademi.
Bagi PB PGI, turnamen seperti Olimpiade Jawa Barat Amateur Open memiliki peran penting dalam proses pembinaan atlet nasional. Selain menjadi ajang kompetisi, kejuaraan ini juga menjadi sarana evaluasi sekaligus wadah bagi para pegolf untuk menambah pengalaman bertanding dalam atmosfer kompetitif. Dengan kualitas permainan yang terus meningkat, OJAO diharapkan mampu melahirkan lebih banyak pegolf Indonesia yang siap bersaing di tingkat internasional.