
KASUGAI – Perjuangan Timnas Golf Indonesia di Asian Games 2026 resmi berakhir. Enam pegolf Merah Putih telah menyelesaikan seluruh rangkaian pertandingan di Kasugai Country Club East Course, Jepang, dengan tim putra berhasil finis di 10 besar nomor beregu.
Pada final round, Sabtu (3/10/2026), tim putra Indonesia mencatat 136 pukulan atau 6-under par. Dengan akumulasi empat putaran, Indonesia mengoleksi 554 pukulan atau 6-under par dan menempati peringkat ke-10 klasemen akhir beregu putra.
Indonesia diperkuat Randy Arbenata Mohamad Bintang, Jonathan Wijono, dan Naraajie Emerald Ramadhanputra. Ketiganya berjuang selama empat putaran dalam persaingan yang diikuti sejumlah negara kuat Asia.
Pada putaran terakhir, Randy Bintang tampil sebagai pegolf Indonesia dengan skor terbaik. Randy mencatat 67 pukulan atau 3-under par, sekaligus membantu Indonesia membukukan skor tim yang cukup baik pada final round.
Jonathan Wijono juga tampil solid dengan mencatat 69 pukulan atau 1-under par. Jonathan menutup persaingan individu dengan total 277 pukulan atau 3-under par dan berada di posisi T15.
Sementara itu, Naraajie Emerald Ramadhanputra mencatat 72 pukulan atau even par pada putaran terakhir. Ia mengakhiri persaingan individu dengan total 282 pukulan atau 2-over par dan menempati posisi T27.
Bagi Jonathan, tampil di Asian Games 2026 menjadi pengalaman yang sangat berharga. Ia merasa suasana kompetisi di ajang multi-event seperti Asian Games memberikan pengalaman berbeda dan membuatnya bisa bermain lebih lepas.
“Pengalaman ini mengingatkan saya ke zaman pas dulu bermain, pas masa amatir. SEA Games sama Asian Games ini menurut saya tidak terlalu banyak pressure-nya, lebih ke bisa main all out,” ujar Jonathan.
Jonathan juga mengapresiasi karakter Kasugai Country Club East Course yang menurutnya sangat baik, namun menuntut pemain untuk cepat beradaptasi. Kondisi lapangan terus berubah dari hari ke hari seiring permukaan yang semakin kering.
“Setiap harinya agak berubah sedikit. Hari pertama tee shot masih stop bolanya, hari kedua lebih ada bounce, tiga dan keempat lebih banyak larinya. Jadi harus adaptasinya cepat,” kata Jonathan.
Menurut Jonathan, ketepatan menempatkan bola menjadi salah satu kunci penting di lapangan tersebut. Perbedaan posisi yang hanya satu atau dua meter dari pin atau green bisa memberikan hasil yang berbeda, sehingga kemampuan short game juga sangat dibutuhkan.
Sementara itu, Naraajie menilai Kasugai Country Club merupakan lapangan yang menantang, tetapi tetap memiliki peluang untuk dimainkan dengan baik. Ia mengakui masih ada beberapa bagian dari permainannya yang perlu dievaluasi setelah empat putaran.
“Secara course sih lapangannya memang lumayan challenging, cuma bukan berarti enggak mungkin. Sebenarnya bisa banget lapangannya, cuma minggu ini saya ball striking-nya kurang bagus,” ujar Naraajie.
Naraajie juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan kepada dirinya, Jonathan, dan Randy selama menjalani pertandingan di Asian Games 2026.
“Terima kasih semuanya yang sudah dukung kita, saya, Jowi, dan Redi untuk minggu ini dan empat hari ini. Semoga next Asian Games atau event-event membawa nama Indonesia ke depannya lebih baik,” katanya.
Di sektor putri, Elaine Widjaja menjadi satu-satunya pegolf Indonesia yang menyelesaikan pertandingan hingga final round. Elaine mencatat 79 pukulan pada putaran terakhir dan mengakhiri persaingan individu dengan total 298 pukulan atau 18-over par, berada di posisi T27.
Elaine menyebut kesempatan membela Indonesia di Asian Games 2026 sebagai sebuah kehormatan sekaligus pengalaman berharga. Ia mendapatkan banyak pelajaran, mulai dari permainan, karakter lapangan, hingga jenis rumput yang berbeda.
“Honored bisa diberi kesempatan untuk membawa nama Indonesia dan mewakili Indonesia di ajang Asian Games tahun ini di Jepang. Overall, a good experience, bisa belajar about my game, about the course here, new grass, dan semuanya,” ujar Elaine.
Sementara Holly Victoria Halim dan Kristina Natalia Yoko telah menyelesaikan perjuangannya lebih awal setelah tidak masuk batas cut individu. Tim putri Indonesia juga tidak melanjutkan ke putaran berikutnya dalam nomor beregu.
Holly membawa sejumlah evaluasi dari penampilannya selama Asian Games 2026. Ia menilai permainan dari tee to fairway dan fairway to green sudah cukup baik, namun masih ada bagian around the green yang perlu diperbaiki. Karakter green yang memiliki banyak slope juga menjadi tantangan tersendiri.
Holly juga menyadari pentingnya melakukan evaluasi dari sisi persiapan dan komunikasi di lapangan. Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi pembelajaran untuk menghadapi turnamen-turnamen penting berikutnya.
Sementara itu, Yoko menilai pengalaman membela Indonesia di Asian Games menjadi pelajaran penting untuk menghadapi persaingan di level yang lebih tinggi. Perubahan kondisi cuaca dari practice round yang banyak hujan ke pertandingan dengan cuaca panas juga menjadi tantangan tersendiri.
“Pengalamannya sangat berharga untuk bisa bermain di Asian Games 2026 ini membela nama Indonesia. Ini bisa menjadi pelajaran juga untuk aku bermain di level yang lebih tinggi lagi,” kata Yoko.
Bagi Randy, pengalaman tampil di Kasugai menjadi kesempatan untuk belajar beradaptasi dengan cepat terhadap kondisi lapangan dan cuaca. Setelah menghadapi hujan selama practice round, para pemain harus kembali menyesuaikan diri ketika pertandingan berlangsung dalam kondisi yang lebih panas.
“Harus bisa lebih cepat beradaptasi dengan situasi dan cuaca di lapangan baru dan tetap semangat untuk memberi hasil terbaik,” ujar Randy.
Setelah seluruh pertandingan selesai, PB PGI menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, dan ofisial Timnas Golf Indonesia yang telah berjuang membawa nama Merah Putih di Asian Games 2026. Kerja keras dan semangat para pegolf selama menjalani empat putaran menjadi bagian penting dari perjalanan golf Indonesia di panggung Asia.
Apresiasi juga diberikan kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjuangan Timnas Golf Indonesia, baik secara langsung di Jepang maupun dari Tanah Air. Dukungan tersebut menjadi tambahan semangat bagi para atlet selama menjalani pertandingan.
PB PGI juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia dan para pendukung golf Indonesia yang terus memberikan doa dan dukungan selama Asian Games 2026. Berbagai pengalaman yang didapat dari ajang ini akan menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran untuk terus meningkatkan prestasi golf Indonesia.
Perjuangan di Asian Games 2026 memang telah berakhir, tetapi perjalanan para pegolf Merah Putih masih panjang. PB PGI berharap pengalaman yang didapat selama tampil di Kasugai dapat menjadi motivasi bagi seluruh atlet untuk terus berkembang, bekerja lebih keras, dan tampil lebih baik pada berbagai ajang internasional berikutnya.
Terima kasih kepada seluruh Timnas Golf Indonesia yang telah berjuang membawa nama Merah Putih. Perjalanan belum selesai. Golf Indonesia akan terus melangkah dan kembali lebih kuat.