PBPGI

Auckland, 30 Oktober 2026 – Tiga dari enam pegolf amatir Indonesia melaju ke babak akhir Asia-Pacific Amateur Championship (AAC) 2026 di Te Arai Links, Selandia Baru. Rayhan Abdul Latief, Jayawardana Dornan, dan Randy Bintang lolos cut dan akan melanjutkan perjuangan di dua ronde terakhir.

Rayhan menjadi wakil Indonesia dengan posisi terbaik. Pegolf 19 tahun itu berada di tied ke-25 (T25) dengan total 148 pukulan atau +6, setelah mencatat 73 di Round 1 dan 75 di Round 2.

Selisih skor Rayhan di dua ronde hanya dua pukulan. Di lapangan links yang keras dengan angin yang terus berubah, menjaga skor tetap stabil adalah kunci agar tidak tertinggal jauh dari papan atas.

Posisi T25 juga membuka peluang bagi Rayhan untuk memecahkan rekor terbaik Indonesia di AAC. Rekor itu adalah tied ke-17, yang dicatat George Gandranata di Singapura pada 2011 dan disamai Rayhan di Dubai tahun lalu. Masih ada dua ronde untuk mengejarnya.

Di belakang Rayhan, Jayawardana Dornan menempati T41 dengan total 152 atau +10. Ia mencatat skor yang sama di dua ronde, yakni 76 dan 76, sehingga permainannya terjaga sejak hari pertama.

Jayawardana datang ke turnamen ini dengan kepercayaan diri tinggi. Pada Official Practice terakhir, ia mencetak albatros di hole 7 par 5 dengan kombinasi driver dan 3 iron. Meski baru sebatas latihan, momen itu menjadi modal mental yang baik.

Randy Bintang berada di T53 dengan total 155 atau +13. Ia tampil solid di Round 1 dengan skor 73, tetapi Round 2 berjalan berat dengan skor 82. Selisih sembilan pukulan itu menunjukkan betapa menantangnya Te Arai Links saat angin dan kondisi green tidak bersahabat.

Meski begitu, Randy tetap berhasil lolos dan masih punya waktu untuk bangkit. Pengalamannya tampil empat kali di AAC, termasuk saat menjadi first-round leader di Jepang dua tahun lalu, menjadi bekal penting untuk dua ronde terakhir.

Sementara itu, tiga pegolf lain harus berhenti di babak penyisihan. Kenneth Sutianto mencatat 83 dan 81 dengan total 164 atau +22. William Justin membukukan 86 dan 83 dengan total 169 atau +27. Asa Najib Bhakti menutup dua ronde dengan 85 dan 85, total 170 atau +28.

Bagi ketiganya, Te Arai Links menjadi pengalaman berharga bermain di lapangan links kelas dunia dengan angin dan kondisi green yang sangat menuntut. Kenneth dan William bahkan berhasil memperbaiki skor di Round 2. Jam terbang di panggung internasional seperti ini akan menjadi bekal penting untuk turnamen-turnamen berikutnya.

Te Arai Links memang dikenal sebagai ujian berat. Angin yang berubah-ubah, kemiringan green yang menantang, dan fairway yang keras membuat banyak pemain kesulitan menjaga skor. Hal itu sudah diingatkan para pemain Indonesia sejak practice round.

Dengan tiga pemain masih bertahan, fokus kini beralih ke Round 3 dan Round 4. Tantangannya adalah menjaga ritme, memaksimalkan peluang di hole par 5, dan menghindari bogey di green yang licin.

Turnamen ini sendiri menyimpan hadiah besar. Sang juara AAC mendapat tiket ke Masters dan The Open tahun depan, dua major paling bergengsi di dunia golf.

PB PGI mengapresiasi perjuangan keenam pegolf yang telah membawa nama Indonesia di panggung amatir terbesar Asia-Pasifik. Pengalaman ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi perkembangan karier mereka semua.

PB PGI juga mengajak seluruh pencinta golf tanah air untuk terus mendoakan dan mendukung Rayhan, Jayawardana, dan Randy di sisa turnamen. Dukungan bisa disampaikan lewat media sosial dan kanal resmi PB PGI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *