
Johor Bahru, 5 November 2026 – Tiga pegolf muda Indonesia, Margoz Kamengmau, Fadhlan Azzam Atmajah, dan Anna Grace Sunarno, memulai langkah di Malaysia International Junior Open (MIJO) 2026. Turnamen golf junior internasional ini digelar di Tanjong Puteri Golf and Resort, Pasir Gudang, Johor, Malaysia, pada 4-7 November 2026.
MIJO 2026 resmi dibuka pada Rabu sore, 4 November, oleh Direktur Johor Tourism, Mohammad Nazrul bin Abd Rahim. Ini adalah edisi keempat MIJO, yang diselenggarakan Malaysian Golf Association (MGA) melalui National Junior Development Programme (NJDP).
Tahun ini MIJO naik kelas. Turnamen ini mendapat pengakuan dan sanksi dari Asia Pacific Golf Confederation (APGC) sebagai kejuaraan junior internasional di kawasan Asia-Pasifik. Selain itu, MIJO termasuk turnamen yang masuk hitungan World Amateur Golf Ranking (WAGR).
Sebanyak 235 pegolf dari 18 negara ambil bagian. Mereka datang dari Indonesia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Taiwan, Hong Kong, China, Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat, India, Pakistan, Australia, Chinese Taipei, dan tuan rumah Malaysia. Seluruh peserta berusia 18 tahun ke bawah.
Turnamen dimainkan dengan format stroke play 54 hole selama tiga hari, yakni Kamis hingga Sabtu. Peserta bertanding di empat kategori usia untuk putra dan putri. Kategori A untuk usia 15-18 tahun, B untuk 13-14 tahun, C untuk 11-12 tahun, dan D untuk usia 10 tahun ke bawah.
Margoz Kamengmau dan Fadhlan Azzam Atmajah turun di Boys A, sedangkan Anna Grace Sunarno tampil di Girls A. Ketiganya bersaing di kategori usia tertinggi, yang umumnya diisi pemain dengan kemampuan paling matang di turnamen ini.
Ketua NJDP sekaligus ketua panitia MIJO 2026, Mohd Fauzi Mesran, menyebut persaingan tahun ini menuntut performa luar biasa untuk meraih gelar. Turnamen ini juga mengusung semangat “Di Sinilah Bermula dan Lahirnya Seorang Legenda”.
Kategori A bermain di Plantation Course. Lapangan ini berpar 72 dengan panjang sekitar 6.454 meter. Dibuka pada 1992, lapangan ini dibangun di atas lahan bergelombang bekas perkebunan kelapa sawit dan kebun buah, dengan banyak pohon di sepanjang fairway. Tanjong Puteri sendiri berada di area sekitar 800 acre di tepi Selat Johor, sekitar 30 menit dari Johor Bahru.
Karakter lapangan ini cukup khas. Menurut Ketua Sub Bidang Pembinaan Junior PB PGI sekaligus manajer tim, Andri Armansjah, hampir semua hole par 5 di Plantation Course bisa dijangkau dengan dua pukulan. Karena itu, para pemain didorong memaksimalkan peluang birdie di hole-hole tersebut.
Tantangan lain ada di green. Andri mengingatkan bahwa permukaan green cukup keras sehingga bola cenderung berlari setelah mendarat. Pemain disarankan tidak menyerang pin secara langsung dan menghitung titik jatuh bola dengan cermat, terutama saat posisi pin berada di area sulit.
Margoz dan Fadhlan sudah menjalani practice round dan mengenal karakter lapangan. Andri menyebut keduanya sedang dalam performa bagus dan baru memenangi kejuaraan internasional di dalam negeri. “Let’s shoot under for tomorrow,” ujar Andri memberi semangat kepada anak-anak asuhnya.
Andri juga menilai MIJO adalah turnamen yang tepat bagi pegolf junior Indonesia karena kualitas pesertanya yang kuat. Ia memperkirakan skor di bawah par, bahkan hingga 3 atau 4 under, akan banyak muncul di papan skor.
Ronde pertama dimainkan dalam dua sesi dengan sistem shotgun start. Sesi pagi dimulai pukul 07.45 waktu Malaysia dan sesi siang pukul 13.00 waktu Malaysia. Pemain akan menghadapi panas dan kelembapan khas Johor yang menuntut stamina dan fokus sepanjang ronde.
PB PGI mengapresiasi semangat Margoz, Fadhlan, dan Anna yang membawa nama Indonesia di panggung junior internasional ini. PB PGI berharap ketiganya tampil lepas, menikmati proses bertanding, dan memberikan yang terbaik di setiap ronde.
PB PGI juga mengajak seluruh pencinta golf tanah air untuk mendoakan dan mendukung perjuangan para pegolf muda ini lewat media sosial dan kanal resmi PB PGI. Dukungan berkelanjutan diharapkan terus melahirkan generasi pegolf Indonesia yang siap bersaing di tingkat dunia.